Tekad atau Nekad

 

Jpeg
Rombongan anak gehol nekad

Dalam tulisan ini  silis alias si penulis memaparkan pengalaman dan sedikit kupasan cerita tentang Candi Muara Takus. Dengan tekad yang mengarah ke nekad kami segerombolan anak gehol mengendarai motor ke salah satu situs nasional ini. Tanpa mengetahui arah jalan yang benar kami berangkat dari Pekanbaru, Panam pukul 11.30 WIB.

IMG20160608161411
Danau PLTA Koto Panjang nan indah membentang

Candi Muara Takus terletak di Desa Muara Takus, Kecamatan Tiga Belas Koto Kampar, Kabupaten Kampar. Ketika berkendara kearah Candi ini, pengunjung akan disambut dengan hamparan danau PLTA Koto Panjang. Adapula jembatan yang harus dilewati, pengunjung bisa melepas lelah dengan menikmati bentangan danau dibawah jembatan.

Jpeg
Candi terdiri dari stupa-stupa

Candi Muara Takus dilengkapi dengan stupa-stupa yang tidak begitu tinggi. Dan, candi peninggalan Buddha ini sudah dihiasi taman yang dibentuk kearah modern. Candi ini juga dikelilingi pagar dan diluar pagar disediakan taman bermain dan tempat untuk duduk.

IMG20160608164419.jpg
Rombongan anak Gehol nekad

Sedikit curhatan, sebenarnya kami tidak mengetahui arah dan waktu yang harus ditempuh untuk sampai ke Candi ini. Namun, karena keinginan untuk berwisata kamipun menempuh perjalanan dengan bermodalkan bertanya pada orang-orang yang kami temui dijalan. Dan, pada akhirnya kami sampai di Candi ini sekitar pukul 14.30 WIB. yeaaahh

Jpeg
Silis (Si penulis) take a pict

Namun, sangat disayangkan kami mengalami beberapa pengalaman yang mengesalkan. Terdapat beberapa jalan rusak yang harus dilalui. Terlebih jalanan berbatu sehingga membuat roda motor sulit melaluinya. Dan, sangat mengesalkan ketika kami yang bukan penduduk Desa Muara Takus dimintai bayaran masuk yang padahal untuk melihat situs nasional tidak perlu membayar. Namun, karena menghargai dan tidak ingin cari masalah dengan “preman desa” kami pun mengikuti apa yang mereka minta.

Jpeg
Candi Muara Takus situs nasional Indonesia ^_^

Memang benarlah gerombolan anak gehol maksudnya “kami” merasakan pengalaman yang penuh perjuangan. Dari ketidaktahuan, jalan yang rusak, medan yang berkelok indah penduduk yang usil hingga kesendirian eh, kok ? maksudnya pinggang yang encok karna duduk di motor sekitar 3 jam. Tapi, semua terbalaskan setelah melihat situs wisata Candi Muara Takus. So, don’t miss it.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s